16355 

Rublik Ramadhan hari selasa, 24 Juli 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus)

RAMADHAN BULAN PENGKADERAN
Muhamad Mustaqim*

Bulan penuh rahmat kembali menyapa kita.Ramadhan menjadi bulan yang sangat berarti bagi ummat Islam. Inilah bulan yang menurut Rasulullah adalah bulannya ummat Islam. Di bulan inilah ibadah puasa di syariatkan, di mana segala amal ibadah yang mengitarinya kemudian menjadi peluang ibadah yang pahalanya berlipat ganda.

Ramadhan adalah bulan pengkaderan ummat. Ibarat pendidikan kader, kita ummat Islam dengan kualifikasi "beriman" adalah pesertanya. Tujuan ideal yang akan dibentuk dalam pengkaderan ini adalah derajat taqwa, sebagaimana firman Allah "la'allakum tattaqun". Yang menarik, tutor dari pengkaderan ini adalah langsung dari Dzat yang maha pandai, Allah SWT. Melalui sistem pengkaderan yang bernama Ramadhan ini, beserta dilatih dan dibentuk melalui metode riyadhoh lapar dan haus.

Pengkaderan Ramadhan memberikan model pembelajaran yang tidak hanya aktif, interaktif,  kreatif dan menyenangkan, tapi juga menumbuhkan sikap sosial yang tinggi. Dalam pengkaderan ini, lebih ditonjolkan metode reward (ganjaran) dari pada punishment (hukuman). Karena pada bulan Ramadhan, pahala dilipat-gandakan, dosa diampuni, setan dibelenggu dan dosa dikabulkan.

Puncak dari pengkaderan Ramadhan ini adalah pemberian pahala yang eksklusif dari Allah. Kita manusia tidak diperkenankan mengetahui, apa bentuk pahala eksklusif tersebut. Karena, “al-shaumu li wa ana ajzi bihi", puasa itu untuk Ku (Allah),  dan Aku sendiri yang akan memberikan pahalanya, begitu firman Allah dalam sebuah Hadits Qudsi.

Pahala eksklusif itupun masih ditambah dengah mega-bonus kegembiraan. Sebagaimana sabda Rasul, Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Allah.  Bertemu dengan Allah adalah sebuah  puncak prestasi pahala yang tak ternilai harganya. Dan itu dijanjikan oleh Allah melalui ibadah puasa.

Walhasil, mari kita jadikan bulan penuh hikmah ini sebagai wahana pengkaderan kita menuju level ketaqwaan. Berangkat dari kualifikasi iman, melalui Ramadhan ini kita berproses menuju derajat ideal taqwa. Karena, taqwalah yang membedakan manusia di hadapan Tuhan. Tingkat kemulian manusia di sisi Allah, terletak dari kadar ketaqwaannya. Melalui "diklat" Ramadhan ini, semoga kita mampu berproses menuju kader taqwa. Amin.

*Dosen STAIN Kudus




Back to Top