16362 

Rublik Ramadhan hari sabtu, 21 Juli 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus)

    MARHABAN YA RAMADAN    
Kisbiyanto, M.Pd
Dosen STAIN Kudus, Ketua Panitia Ramadan Masjid al-Husna

Alhamdulillah, puji syukur kita kepada Allah subahanahu wataála, karena pada tahun 1433 H ini kita masih mendapat karunia Ramadan. Ramadan bukan hanya sebagai symbol waktu, tetapi Ramadan yang benar-benar penuh barokah bagi umat muslimin muslimat semua, sehingga kita menyebutnya sebagai Ramadan Mubarok.

Bobot ibadah Ramadan lebih tinggi dari pada ibadah pada bulan lain. Puasa Ramadan merupakan puasa fardlu sehingga pahalanya lebih besar dari puasa sunnah. Ibadah-ibadah lainnya juga dilipatgandakan pahalanya di bulan Ramadan. Ramadan begitu istimewa sehingga salah satu malamnya disebut sebagai lailatul qodar. Suatu malam yang dilipatkan hingga lebih baik dari pada seribu bulan (khoirun min alfi syahr).

Ramadan juga dilambangkan dengan kesempatan emas untuk berbuat kebaikan. Setan dibelenggu agar tidak menggoda manusia. Artinya, manusia diberi kesempatan untuk lebih maksimal meraih keutamaan dan barokah di bulan Ramadan. Ibadaratnya, kita diberi uang sekaligus diberi door price.  

Akhirnya, semua kembali kepada manusia sendiri. Allah menyediakan anugerah sebegitu besarnya. Malaikat diturunkan dengan melimpahkan rahmat. Setan penggodapun dikekang. Manusia harus pandai menggunakan kesempatan. Di hari-hari biasa, manusia membagi waktunya menjadi tiga, yaitu waktu bekerja, waktu istirahat, dan waktu beribadah mahdhoh. Pada bulan Ramadan ini kita bagi waktu menjadi lima, yaitu waktu secukupnya untuk bekerja, waktu sedikit saja untuk istirahat, dan  yang sebanyak mungkin untuk beribadah. Lebih afdhol lagi, ketiga waktu itu kita gabung menjadi satu, yaitu waktu beribadah, karena istirahat tidur orang puasa adalah ibadah, dan bekerja juga bagian dari ibadah. Semua tergantung niat yang dimaksudkan, karena semua hal kebaikan adalah ibadah.

Masyarakat muslim, khususnya di Pantura timur, mempunyai kiat-kiat menyambut Ramadan. Para kiai dan santri menambah waktu dan pengajian mereka dalam membaca al-Qurán, membaca kitab-kitab agama, bahkan dibuka pengajian khusus Ramadan lebih banyak dari hari-hari biasa. Para guru dan pelajar menggelar berbagai kegiatan pesantren kilat Ramadan, lomba-lomba keterampilan agama, dan tadarus bersama. Para pedagang dan saudagar menggelar buka bersama, santunan anak yatim, dan membagi-bagi zakat hartanya. Para khalayak masyarakat ada yang mendahuluinya dengan serangkaian ziyaroh makam orang tua, sadak saudara, dan leluhur yang telah meninggal untuk didoakan. Menjelang Ramadan, makam-makam para wali, misalnya Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga penuh sesak dikunjungi para peziarah untuk memanjatkan doa. Masjid, musholla, pesantren, madrasah dibersihkan, dan dicat ulang untuk menambah keasrian tempat beribadah Ramadan.

Ramadan itu benar-benar telah datang hingga 29 hari kedepan. Hari-hari istimewa itu disambut dengan penuh rasa syukur dan semangat. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa orang yang senang hati menyambut datangnya Ramadan, maka dia diharamkan masuk neraka. Subhanallah, maha suci Allah yang telah mensucikan bulan Ramadan. Mari kita sambut Ramadan mubarok agar kita menjadi ahli surga. Marhaban ya Ramadan.








Back to Top