16339 

Rublik Ramadhan hari Sabtu, 4 Agustus 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus)



                BERINVESTASI DI BANK AKHIRAT MELALUI PUASA

Ahmad Supriyadi

Kepala P3m STAIN Kudus

Kontroversi yang berkaitan dengan bank adalah adanya bunga yang diharamkan oleh Islam. Namun Bank yang dimaksud berkaitan dengan puasa bukanlah bank berbunga, tetapi bank akhirat yang ribanya lebih banyak dan diperbolehkan. Bagaimana tidak, berpuasa di bulan Ramadhan pahalanya berlipat ganda. Banyak amalan-amalan investasi akhirat yang pahalanya akan dilipatgandakan antara lain: membaca al-Qur’an, bersedekah, shalat-shalat sunnah mulai dari shalat tarawih, shalat tahajjud, shalat hajjad, shalat tasbih, shalat qabliyah-ba’diyah dan sebagainya, apalagi nanti sepuluh hari di akhir bulan Ramadhan akan ada riba atau ziyadah besar-besaran yang pahalanya lebih baik dari ibadah 1000 bulan yaitu malam lailatul Qadar.

Investasi atau menabung merupakan perbuatan mulia yang ditekankan oleh Islam, karena dengan berinvestasi umat Islam tidak akan berlaku boros sebab boros merupakan perbuatan yang dapat menghancurkan diri sendiri. Larangan itu amat jelas “ janganlah kamu berlaku boros karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang boros”.  Peringatan ini setidaknya mengajarkan semua umat Islam untuk berinvestasi ria dan hidup dalam kesederhanaan, tapi bila ingin mendapatkan untung lebih maka pilihlah investasi akhirat, sebab investasi  di akhirat lebih menguntungkan dibanding  bank dunia. Bank khirat akan mendapatkan keuntungan dunia dan keuntungan akhirat, tapi bank dunia hanya akan memperoleh keuntungan dunia bahkan bila terjadi krisis bisa saja tidak mendapat untung apa-apa.

Puasa yang tampilannya hanya menahan lapar dan dahaga mulai terbit matahari hingga terbenamnya matahari merupakan investasi yang besar menurut penilaian Allah karena target puasa adalah menjadi orang yang bertaqwa. Predikat taqwa yang dimiliki oleh orang yang telah berpuasa akan dibalas oleh Allah dengan rizki yang tanpa disangka-sangka ataupun akan mendapatkan solusi atas segala kesulitan mereka.

Puasa dan amalan ibadah di bulan Ramadhan seakan-akan membuat orang lelah, lemas dan kurang produktif, tetapi bila dilihat dari pandangan al-Qur’an itu adalah investasi yang akan menjadikan orang kaya raya baik di dunia dan akhirat. Korelasinya dengan dunia bahwa orang-orang yang mau berpuasa akan bisa hidup dengan kesederhanaan dan mampu menabung uang penghasilan mereka dengan baik, sehingga ia akan dapat mengatur perekonomian rumah tangga dengan cermat dan baik. Tidak akan mungkin terjadi defisit bila ia selalu menggunakannya dengan baik. Begitu pula orang-orang yang suka beribadah, tidak ada hiburan lain yang bisa menggantikan kenikmatannya, bahkan dia akan merasakan penyesalan bila tahajjud yang biasa dia lakukan ternyata terlewatkan semalam. Penyesalan dan kesedihan itulah menunjukkan bahwa hiburan bagi dia adalah ibadah.

Orang yang sudah terhibur dengan melaksanakan ibadah, maka dia tidak mungkin berlaku boros yang dilarang oleh Islam, tidak mungkin berlaku keji dan dhalim di masyarakat. Ketika ia tidak berlaku boros itu saja sudah merupakan investasi besar apalagi kemudian ia berbuat baik di masyarakat itu merupakan investasi besar dalam perspektif Islam dan dalam teori sosial.

Orang kaya yang tidak punya investasi sosial ia tidak akan tenang dengan kekayaan, karena khawatir akan diganggu oleh tetangga, akan dikucilkan oleh masyarakat sekitar, akan ditinggalkan oleh teman-temannya. Itu membuktikan bahwa investasi sosial merupakan implementasi dari amal-amal kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan




Back to Top